Senin, 04 Juni 2012

Teknik Pemberian Obat secara Parenteral

Teknik Pemberian Obat secara Parenteral

Lima bulan yang lalu, tepatnya bulan Juli 2007 artikel suplemen mengangkat sebuahartikel mengenai teknik pengobatan via air minum atau pengobatan oral. Kesempatan kali inikami akan menyampaikan tentang teknik pengobatan parenteral yaitu pemberian obat melalui injeksi atau suntikan. Di dunia perunggasan teknik injeksi lebih familiar dipakai untuk  pemberian vaksin, terutama vaksin inaktif, sedangkan untuk pengobatan masih relatif jarang dilakukan. Kebanyakan peternak lebih memilih memberikan obat melalui air minum.Obat injeksi diartikan sebagai sediaan steril bebas pirogen (senyawa organik yang menimbulkan demam yang berasal dari kontaminasi mikrobia). Berdasar pada definisitersebut, maka syarat obat suntik adalah steril. Jika tidak steril maka bisa dipastikan bukanefek ampuh dari obat yang kita peroleh, melainkan penyakit ayam menjadi semakin parah.Kondisi steril tentu saja tidak hanya pada sediaan obat yang kita gunakan tetapi alat suntik yang kita gunakan juga harus dalam kondisi steril.Sediaan obat injeksi dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu larutan, suspensi dan emulsi.Bentuk sediaan obat injeksi berupa larutan yang relatif encer akan lebih cepat diabsorpsi(diserap) dalam tubuh dan menghasilkan efek terapi yang lebih cepat dibandingkan bentuk suspensi dan emulsi.Teknik parenteral mungkin jarang digunakan, namun pada kondisi tertentu teknik  pengobatan ini sangat diperlukan. Pada umumnya teknik ini dilakukan guna memperolehkerja obat yang cepat, misalnya saat kondisi ayam parah dimana nafsu makan dan minumturun. Selain itu bisa disebabkan sifat zak aktif dari obat yang bisa rusak atau tidak efektif  jika diberikan via oral (air minum, ransum).

Jenis Teknik Pengobatan Parenteral

Dalam dunia kedokteran, obat dapat disuntikkan ke dalam hampir seluruh organ atau bagian tubuh, termasuk sendi, ruang cairan sendi, tulang punggung bahkan dalam kondisigawat dapat disuntikkan dalam jantung. Lain halnya dalam dunia perunggasan, teknik injeksiyang biasanya diaplikasikan adalah suntikan intramuskuler dan subkutan.Lokasi penyuntikan obat yaitu intramuskuler (IM), intravena (IV) dan subkutan (SC)

 

Suntikan  intramuskuler Injeksi intramuskuler dilakukan dengan memasukkan obat ke dalam otot (daging).Obat tersebut selanjutnya akan terabsorpsi ke pembuluh darah yang terdapat pada otot.Tempat penyuntikkan sebaiknya sejauh mungkin dari syaraf-syaraf utama atau pembuluhdarah utama. Selain itu, hendaknya dipilih otot dengan suplai pembuluh darah dankontraksi (pergerakan) otot yang banyak. Pada ayam, lokasi penyuntikan intramuskuler  biasanya dilakukan pada otot dada (pectoral ) atau otot paha (femur ). 
Aplikasi ini harus dilakukan dengan hati-hati dengan memperhatikan titik tempat jarum ditusukkan dan di mana obat ditempatkan. Jika terjadi kesalahan maka bisamengakibatkan terjadinya paralisis akibat rusaknya syaraf, abses, kista, emboli, hematommaupun terkelupasnya kulit. Produk yang diberikan secara intramuskuler antara lain



Gentamin, Vet Strep atau Injeksi Vitamin B Kompleks. Suntikan intramuskuler di bagian dada dan paha. Perhatikan kemiringan jarum suntik,sebaiknya ± 30o.y


Suntikan subkutanSedikit berbeda dengan suntikan intramuskuler, lokasi penyuntikan subkutan beradadi bawah permukaan kulit (di antara daging/otot dengan kulit) dan untuk ayam biasanyadipilih lokasi penyuntikan di leher bagian belakang sebelah bawah. Kulit leher ayamdicubit sehingga lebih memudahkan dalam penyuntikan. Apabila di sekitar leher ayam basah, itu menandakan bahwa obat yang disuntikkan tidak masuk sempurna ke bawahkulit.Suntikan subkutan di leher bagian bawah. Hati-hati dengan syaraf yang terdapat di leher 








 









 Obat yang diaplikasikan dengan suntikan subkutan adalah obat yang tidak mengiritasi jaringan kulit. Setelah obat disuntikkan ke bawah kulit, obat akan berdifusi dicairan antar sel kulit, kemudian terabsorpsi ke pembuluh darah. Efek pengobatan denganteknik ini relatif lebih lambat (efek depo atau sustained effect ) jika dibandingkan dengan suntikan .Volume obat yang disuntikan dengan teknik ini relatif lebih kecil daripada jumlahobat yang diberikan secara intramuskuler. Obat-obat yang bisa mengiritasi sebaiknyatidak diberikan dengan suntikan subkutan karena dapat memicu timbulnya rasa sakit,lecet atau abses dan rasa nyeri. Saat melakukan pemberian obat dengan teknik suntikan subkutan di daerah leher harus dilakukan secara hati-hati karena pada bagian ini juga terdapat syaraf dan jikaterkena dapat  menyebabkan ayam tortikolis bahkan kematian


Kelemahan dan Kelebihan Parenteral

 Aplikasi pengobatan parenteral tentu saja mempunyai beberapa kelemahan, diantaranya :


Memerlukan ketrampilan khususTidak setiap orang atau personal kandang mampu mengaplikasikan teknik  pengobatan ini. Hal ini disebabkan teknik ini membutuhkan ketrampilan khusus,diantaranya mengetahui anatomi tubuh ayam maupun teknik penyuntikan yang baik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar