Senin, 04 Juni 2012

Teknik Pemberian Obat per oral,sublingual

Tehnik Pemberian Obat


Pemberian obat kepada pasien dapat dilakukan melalui beberapa cara di antiaranya: oral, parenteral, rektal, vaginal, kulit, mata, telinga dan hidung, dengan menggunakan prinsip lima tepat yakni tepat nama pasien, tepat nama obat, tepat dosis obat, tepat cara pemberian dan tepat waktu pemberian.


Pemberian Obat per Oral
Merupakan cara pemberian obat melalui mulut dengan tujuan mencegah, mengobati, mengurangi rasa sakit sesuai dengan efek terapi dari jenis obat.
Alat dan Bahan:
1. Daftar buku obat/ catatan, jadual pemberian obat.
2. Obat dan tempatnya.
3. Air minum dalam tempatnya.

Prosedur Kerja:
1. Cuci tangan.
2. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
3. Baca obat, dengan berprinsip tepat obat, tepat pasien, tepat dosis, tepat waktu dan tepat tempat.
4. Bantu untuk meminumkannya dengan cara:
  • Apabila memberikan obat berbentuk tablet atau kapsul dari botol, maka tuangkan jumlah yang dibutuhkan ke dalam tutup botol dan pindahkan ke tempat obat. Jangan sentuh obat dengan tangan. Untuk obat berupa kapsul jangan dilepaskan pembungkusnya.
  • Kaji kesulitan menelan, bila ada jadikan tablet dalam bentuk bubuk dan campur dengan minuman.
  • Kaji denyut nadi dan tekanan darah sebelum pemberian obat yang membutuhkan pengkajian.
5. Catat perubahan, reaksi terhadap pemberian, dan evaluasi respon terhadap obat dengan mencatat hasil pemberian obat.
6. Cuci tangan.


Pemberian Obat Per Oral/ Sublingual

Pemberian Obat Per oral

            Pemberian obat per oral merupakan cara yang paling banyak dipakai karena merupakan cara yang paling mudah, murah, aman, dan nyaman bagi pasien. Berbagai bentuk obat dapat diberikan secara oral baik dalam bentuk tablet, sirup, kapsul atau puyer. Untuk membantu absorbsi, maka pemberian obat per oral dapat disertai dengan pemberian setengah gelas air atau cairan yang lain (Gbr. 40-2).
            Kelemahan dari pemberian obat per oral adalah pada aksinya yang lambat sehingga cara ini tidak dapat dipakai pada keadaan gawat. Obat yang diberikan per oral biasanya membutuhkan waktu 30 sampai dengan 45 menit sebelum diabsorbsi dan efek puncaknya dicapai setelah 1 sampai 1jam. Rasa dan bau obat yang tidak enak sering menganggu pasien. Cara per oral tidak dapat dipakai pada pasien yang  mengalami mual- mual, muntah, semi koma, pasien yang akan menjalani pengisapan cairan lambung serta pada pasien yang mempunyai gangguan menelan.
            Beberapa jenis obat dapat mengakibatkan iritasi lambung dan menyebabkan muntah (missal garam besi dan salisilat). Untuk mencegah hal ini, obat dipersiapkan dalam bentuk kapsul yang diharapkan tetap utuh dalam suasana asam di lambung, tetapi menjadi hancur pada suasana netral atau basa di usus. Dalam memberikan obat jenis ini, bungkus kapsul tidak boleh dibuka, obat tidak boleh dikunyah dan pasien diberi tahu untuk tidak minum antacid atau susu sekurang- kurangnya satu jam setelah minum obat.
            Apabila obat dikemas dalam bentuk sirup, maka pemberian harus dilakukan dengan cara yang paling nyaman khususnya untuk obat yang pahit atau rasanya tidak enak. Pasien dapat diberi minuman sirup pasien (es) sebelum minum sirup tersebut. Sesudah minum sirup pasien dapat diberi minum, pencuci mulut atau kembang gula.
















Gambar 4-2. Persiapan pemberian obat per oral.
Persiapan obat per oral dan cara lainnya merupakan hal yang penting. A, Kartu pesanan obat harus diperiksa secara hati- hati tentang pesanan obatnya. Sebelum mengambil/ mengeluarkan obat, perawat harus mencocokkan kartu pesanan obat dengan label pada botol kemasan obat. Setiap label harus dibaca tiga kali untuk menyakinkan obat yang diberi (1) Pada saat botol obat diambil dari almari, (2) Pada saat mencocokkan dengan kartu pesanan obat, (3) Pada saat dikembalikan. B, Obat dalam bentuk cair dituangkan menjauhi sisi label, sejajar dengan mata pada permukaan yang datar. Sebelum mengembalikan obat ke dalam almari atau lemari es, perawat harus mengusap bibir botol sehingga obat tidak lengket atau merusak label. C, Tablet dan kapsul dikeluarkan dari botolnya pada tutupnya kemudian pada mangkok yang dialasi kertas untuk diberikan pada pasien. Kapsul dan tablet tidak boleh dipegang. (Diadaptasikan dari :Pagliaro, 1986, Pharmacologic Aspects of Nursing, The CV Mosby co, St Louis).

Cara kerja pemberian obat per oral
Peralatan :
1.      Baki berisi obat- obatan atau kereta sorong obat- obat (tergantung sarana yang ada)
2.      Kartu rencana pengobatan
3.      Cangkir disposable untuk tempat obat
4.      Martil dan lumping penggerus (bila diperlukan).
Tahap kerja :
1.      Siapan peralatan dan cuci tangan
2.      Kaji kemammpuan pasien untuk dapat minum obat per oral (kemapuan menelan, mual dan muntah, akan dilakuakn penghisapan caiaran lambung, atau tidak boleh makan/ minum).
3.      Periksa kembali order pengobatan (nama pasien,nama dan dosis obat, waktu dan cara pemberian). Bila ada keragu- raguan laporkan ke perawat jaga atau dokter.
4.      Ambil obat sesuai yang diperlukan (Baca order pengobatan dan ambil obat di almari, rak atau lemari es sesuai yang di perlukan).
5.      Siapkan obat- obatan yang akan diberikan (gunakan teknik asptik, jangan menyentuh obat dan cocokkan dengan order pengobatan) (lihat Gbr. 4-1).
6.      Berikan obat pada waktu dan cara yang benar yaitu dengan cara :
§         Yakin bahwa tidak pada pasien yang salah
§         Atur posisi pasien duduk bila mungkin
§         Berikan cairan/ aiar yang cukup untuk membantu menelan, bila sulit menelan anjurkan pasien meletakkan obat di lidah bagian belakang, kemudian pasien dianjurkan minum.
§         Bila obat mempunyai rasa tidak enak, beri pasien berapa butir es batu untuk diisap sebelumnya, atau berikan obat dengan menggunakan lumatan apael atau pisang.
§         Tetap bersama pasien sampai obat ditelan. 
7.      Catat tindakkan yang telah dilakukan meliputi nama dan dosis obat yang diberikan, setiap keluhan dan hasil pengkajian pada pasien. Bila obat tidak dapat masuk, catat secara jelas dan tulis tanda tangan anda dengan jelas.
8.      Kemudian semua peralatan yang dipakai dengan tepat dan benar kemudian cuci tangan.
9.      Lakukan evaluasi mengenai efek obat pada pasien kurang lebih 30 menit sewaktu pemberian.

Pemberian Secara Sublingual
Obat dapat diberikan pada pasien secara sublingual yaitu dengan cara meletakkan obat di bawah lidah. Meskipun cara ini jarang dilakukan, namun perawat harus mampu melakukannya. Dengan cara ini, aksi kerja obat lebih cepat yaitu setelah hancur di bawah lidah maka obat segera mengalami absorbsi ke dalam pembuluh darah. Cara ini juga mudah dilakukan dan pasien tidak mengalami kesakitan. Pasien diberitahu untuk tidak menelan obat karena bila ditelan, obat menjadi tidak aktif oleh adanya proses kimiawi dengan cairan lambung. Untuk mencegah obat tidak di telan, maka pasien diberitahu untuk membiarkan obat tetap di bawah lidah sampai obat menjadi hancur dan terserap. Obat yang sering diberikan dengan cara ini adalah nitrogliserin yaitu obat vasodilator yang mempunyai efek vasodilatasi pembuluh darah. Obat ini banyak diberikan pada pada pasien yang mengalami nyeri dada akibat angina pectoris. Dengan cara sublingual, obat bereaksi dalam satu menit dan pasien dapat merasakan efeknya dalam waktu tiga menit (Rodman dan Smith, 1979).


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar